Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Repatriasi Bisa Dorong Pertumbuhan Indonesia

Jakarta, 05/04/2016 Kemenkeu - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberi perhatian lebih kepada repatriasi, karena ini dapat menambah likuiditas dalam negeri, dimana uang milik Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri dapat kembali ke Indonesia. Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Presiden menganggap penting repatriasi ini, karena dengan likuiditas yang lebih baik dalam perekonomian, dapat mendorong pertumbuhan Indonesia. Analoginya, likuiditas adalah pelumas bagi mesin pertumbuhan.


“Pelumas dalam perekonomian kita kurang banyak, likuiditasnya kurang banyak untuk bisa membuat ekonomi tumbuh lebih cepat,” kata Menkeu dalam seminar RUU Tax Amnesty dan Manfaatnya Bagi Bangsa, di Jakarta pada Selasa (05/04). Repatriasi ini tidak lepas dari RUU Tax Amnesty yang tengah digodok oleh pemerintah bersama DPR. Menurut Menkeu, sebagai ekonom, ia juga setuju dengan harapan presiden, karena hal tersebut dapat mendorong Indonesia tumbuh secara optimal.


“Karena kalau penerimaan pajak juga membaik karena Tax Amnesty atau nanti sebagian jadi repatriasi, maka otomatis APBN kita kemampuannya tidak hanya untuk belanja infrastruktur dasar, tapi juga untuk pelayanan kepada masyarakat dalam hal memberikan jaminan sosial akan lebih baik juga,” ungkap Menkeu.


Oleh karena itu, menurut Menkeu, Presiden sangat berharap repatriasi dapat menjadi salah satu bagian dari solusi permasalahan ekonomi Indonesia. Menkeu sendiri meyakini, potensi yang dapat diperoleh melalui repatriasi sangat besar. “Dan tentunya ketika bicara potensi, itu potensinya besar sekali. Karena uang orang Indonesia keluar itu bukan hanya 5 tahun terakhir,” ungkapnya.(as)