Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Resep Strategi Komunikasi Kemenkeu: Responsif, Adaptif, dan Kolaboratif

Jakarta, 04/12/2020 Kemenkeu - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengembangkan strategi komunikasi yang responsif, adaptif, dan kolaboratif dalam menjalankan tugas sebagai suatu institusi yang memiliki tanggung jawab yang besar dalam memformulasikan kebijakan keuangan negara untuk menghadapi Covid-19 sekarang ini. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan pidato kunci pada acara Konvensi Nasional Humas 2020, yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (04/12).

“Kenapa kita harus responsif? Karena Covid ini menimbulkan tantangan extraordinary yang tidak direncanakan. Kita tadinya berharap tahun 2020 adalah tahun yang lebih baik, pemulihan ekonomi akan meningkat dan masyarakat akan terus meningkat kesejahteraan nya. Namun dengan adanya Covid, seluruh perencanaan itu berubah. Maka kami harus melakukan berbagai langkah-langkah kebijakan yang responsif dari Kementerian Keuangan,” kata Menkeu.

Dalam situasi pandemi sekarang ini, banyak terjadi perubahan pada tata kehidupan dan cara berkomunikasi dengan stakeholder, maka itu semua memerlukan adaptasi yang cepat. Menkeu mengatakan bahwa Kementerian Keuangan melakukan adaptasi tidak saja dari sisi prioritas kebijakan keuangan negara, namun juga terhadap kondisi Covid-19 dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam cara bekerja. Hal ini sebutnya juga membutuhkan strategi komunikasi yang juga adaptif.

“Kita juga melakukan strategi kolaboratif, karena kita tahu bahwa tantangan ini tidak bisa dihadapi dan diselesaikan oleh hanya satu institusi atau satu pihak saja. Bahkan oleh pemerintah secara keseluruhan tidak mungkin melakukannya tanpa kolaborasi dari masyarakat, dunia usaha para akademisi. Inilah esensi dari kolaborasi karena tantangan ini adalah ancaman untuk kita semuanya,” terang Menkeu.

Pada kesempatan itu, Menkeu menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan berusaha agar bisa menjelaskan sebuah kebijakan yang begitu kompleks dan komprehensif dengan cara yang semudah mungkin sehingga masyarakat dan para stakeholder memahaminya karena ini adalah bagian dari transparansi serta akuntabilitas.

“Sekarang kita menggunakan juga media sosial apakah Facebook, Instagram, Twitter dan semua channel digunakan. Titik berat dari setiap pesan dari kebijakan kita adalah untuk menjelaskan bagaimana negara hadir melalui keuangan negara. Dalam kondisi ini kita mengundang kreativitas dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan," jelasnya.

Kementerian Keuangan juga memperluas jangkauan komunikasinya hingga ke anak-anak SD melalui Kemenkeu Mengajar, anak-anak SMP melalui lomba vlog dan juga dengan anak-anak SMA melalui Olimpiade APBN, serta pada tingkat mahasiswa dengan penyelenggaraan debat mengenai keuangan negara.

“Semua ini adalah cara untuk berkomunikasi secara responsif, adaptif dan kolaboratif. Tujuannya adalah agar sebagai institusi publik kita menjaga dan mengelola kepercayaan masyarakat, karena itu adalah esensi dari pemerintahan terutama pengelolaan keuangan negara,” tukas Menkeu. (nug/hpy/nr)