Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Resmi, Pemerintah Tetapkan Penerbitan ORI013 Rp19,691 Triliun

Jakarta, 25/10/2016 Kemenkeu - Setelah melalui masa penawaran pada 29 September hingga 20 Oktober 2016, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menetapkan penjatahan Obligasi Negera Ritel seri ORI013 sebesar Rp19,691 triliun.

Pengumuman penjatahan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Robert Pakpahan, mewakili Menteri Keuangan pada Senin (24/10). Di tengah ketatnya likuiditas di pasar keuangan domestik, ORI013 mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, ditandai dengan total volume pemesanan pembelian yang mencapai Rp19,848 triliun.

“Selanjutnya, Dirjen PPR atas nama Menteri Keuangan sesuai dengan kewenangan yang diberikan dengan memerhatikan kebutuhan pembiayaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2016 dan term and conditions ORI013, menetapkan hasil penjualan dan penjatahan ORI013 sebesar Rp19,691 triliun,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Senin (24/10).

Ia menambahkan, setelmen Obligasi Negara Ritel seri ORI013 akan dilakukan pada 26 Oktober 2016, dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Oktober 2016. “Namun karena pada ORI013 ini ditetapkan adanya ketentuan minimum holding period, pemindahbukuan ORI013 baru dapat dilakukan setelah pembayaran kupon kedua pada tanggal 15 Desember 2016,” tambahnya.

Seperti diketahui, ORI013 adalah obligasi negara tanpa warkat yang dapat diperdagangkan (tradable). Dengan tenor tiga tahun, ORI013 menawarkan tingkat kupon 6,6 persen per tahun. Pembayaran kuponnya akan dilakukan pada tanggal 15 setiap bulannya, dengan pembayaran pertama akan dilakukan pada 15 November 2016.(nv)