Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Resmikan Infrastruktur Kelistrikan, Presiden Ingin Seluruh Papua Bisa Nikmati Listrik Pada 2019

Jakarta, 18/10/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo meminta agar pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua dipercepat. Presiden berharap, seluruh masyarakat Papua dapat menikmati listrik pada tahun 2019 nanti.

"Saya sampaikan, saya tidak mau selesainya di 2020. Saya minta di 2019,” katanya saat meresmikan enam proyek infrastruktur kelistrikan di Papua, Senin (17/10).

Menurut Presiden, hingga saat ini, rasio elektrifikasi di Papua baru mencapai 47 persen. Artinya, masih terdapat 53 persen penduduk Papua yang belum menikmati listrik. Ia mengakui, pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat memang tidak semudah di wilayah lain di Indonesia, karena terkendala sulitnya medan.

Namun, hal tersebut tidak boleh menyebabkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di kedua daerah tersebut lantas tertunda. “Inilah tantangan program proyek yang ada di Papua dan Papua Barat, medannya berat. Saya tahu, tapi jangan diundur-undur. Saya minta semuanya dimajukan,” tegasnya.

Sebagai informasi, enam proyek infrastruktur kelistrikan yang diresmikan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem 2x10 mega Watt (MW); Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2x1,25 MW; Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt (kV) Genyem-Waena-Jayapura sepanjang 174,6 kilo meter (km) sirkuit; SUTT 70 kV Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 km sirkuit; Gardu Induk Waena-Sentani 20 mega Volt Ampere (VA); dan Gardu Induk Jayapura 20 mega VA.(nv)