Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Resmikan Terminal Peti Kemas Kalibaru, Presiden Ingin Persingkat Dwelling Time

Jakarta, 13/09/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Peti Kemas Kalibaru di Tanjung Priok pada Selasa (13/09). Presiden meyakini, dengan diresmikannya terminal Kalibaru ini, daya saing Indonesia akan semakin meningkat.

Dalam peresmian tersebut, Presiden juga mengapresiasi semakin rendahnya waktu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok. Dari 6-7 hari pada dua tahun lalu, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini tercatat berada di kisaran 3,2 hingga 3,7 hari. Namun demikian, presiden berharap dwelling time dapat terus dipersingkat.

Dwelling time dua tahun yang lalu saya datang ke sini masih 6-7 hari. Saya ikuti terus sampai sekarang, tadi saya tanya ke Dirut Pelindo II, hari ini dwelling time sudah 3,2 hari, kata Menteri Perhubungan 3,7 (hari), jadi ya antara itu, yang paling penting tiga koma. Saya mintanya dua koma, entah 2,2 entah 2,5, jangan berhenti di 3,2 sudah senang, perbaiki lagi,” urainya.

Sebelumnya, Presiden mengungkapkan, persaingan antarnegara dewasa ini semakin ketat. Setiap negara berlomba-lomba melakukan inovasi dan membangun berbagai fasilitas untuk meningkatkan daya saing masing-masing. “Kita (juga) sama, kita tidak mau ditinggal, kita tidak mau kalah dalam persaingan ini, dalam kompetisi ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Presiden menargetkan pembangunan terminal-terminal peti kemas di Tanjung Priok dapat selesai seluruhnya pada tahun 2019. Untuk merealisasikannya, Presiden pun mendorong PT Pelindo II untuk bekerja sama dengan investor swasta.

“Jangan menunggu-nunggu, jangan memperlambat, kalau keuangan financial dari Pelindo II tidak cukup, gandeng swasta, gandeng investor, (karena) persaingan, kompetisi sudah di depan kita, begitu kita terlambat, ditinggal kita. 2019 semuanya akan kita selesaikan, dan harus selesai pada tahun itu,” tegasnya.(nv)