Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada CSIS Global Dialogue dan 25th PECC General Meeting di Hotel Borobudur (07/05)

Revolusi Industri 4.0, Antara Ancaman dan Kesempatan

Jakarta, 07/05/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada CSIS Global Dialogue dan 25th PECC General Meeting di Hotel Borobudur, Senin (07/05). Di kesempatan itu, Ia membahas mengenai “Challenges Facing the Global Economy: Technological Disruptions and Sustainable Development-Policymaker Perspective”.

“Ketika sebuah negara ekonominya semakin besar dan terbuka, maka akan muncul tanggung jawab regional dan global untuk menyeimbangkan politik dalam negeri dengan komitmen regional dan global,” ungkap Menkeu di Ruang Flores, Hotel Borobudur, Jakarta.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global yang digerakkan oleh globalisasi, ekspor dan impor, perdagangan antar negara adalah mesin pertumbuhan ekonomi yang mampu mengurangi kemiskinan di berbagai negara, termasuk dan terutama di Asia. Walaupun demikian, revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini yang seharusnya mendatangkan keuntungan, dapat juga menjadi ancaman ketika berbicara mengenai kekuatan modal dan pekerja. Tidak hanya itu, isu proteksionisme di negara besar juga mampu mengurangi akses perdagangan.

“Industrial 4.0 ini akan memberikan keuntungan kepada negara yang lebih advanced dan kepada negara yang memiliki modal lebih. Sedangkan pekerja terancam oleh robot dan Artificial Intelligence,” jelasnya.

Untuk menangani isu ini, menurut Menkeu, para pembuat kebijakan ataupun forum-forum seperti ini dapat membantu memperkuat bentuk kerjasama multilateral. Perubahan teknologi berpengaruh pada tingkat produktivitas namun tidak semua negara dapat mengejar tetapi juga tidak dapat ditinggalkan.

“Oleh karena itu, forum seperti ini menjadi penting karena dapat mengkonfirmasi untuk menciptakan pemahaman bahwa kemakmuran dunia harus dapat dinikmati oleh seluruh dunia,” tutupnya.(mra/ind/nr)