Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RI-Belanda Perkuat Kerja Sama Bilateral

Jakarta, 24/11/2016 Kemenkeu - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda memperkuat kemitraan kedua negara. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11), kedua pihak sepakat untuk memfokuskan kerja sama pada beberapa bidang.

"Hubungan Indonesia dengan Belanda sangat intensif dan mencakup banyak sekali bidang. Hal ini merupakan perwujudan dari kemitraan komprehensif yang telah dimiliki oleh kedua negara. Pertemuan bilateral tadi banyak membahas mengenai kerja sama ekonomi dengan fokus kepada perdagangan investasi, pengelolaan air, dan pembangunan infrastruktur maritim," terang Presiden Joko Widodo usai bertemu Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte.

Dalam kunjungannya tersebut, PM Belanda membawa serta sedikitnya 200 pelaku usaha Belanda. Menurut Presiden, hal tersebut menunjukkan kepercayaan dan komitmen baik pihak pemerintah maupun swasta Belanda, untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.

Terkait perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa, Presiden menerangkan bahwa Indonesia mulai bersiap untuk melakukan negosiasi dengan Uni Eropa. "Kita juga membahas mengenai persiapan negosiasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kita tegaskan hasil negosiasi CEPA harus menguntungkan rakyat kedua pihak," tegasnya.

Selain itu, Indonesia dan Belanda juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pemberantasan terorisme. Ancaman terorisme global saat ini, menurut Presiden, mengharuskan negara-negara di dunia saling bekerja sama dalam menghadapi hal tersebut.

"Bersama PM Rutte, saya juga membahas kerja sama yang kuat untuk pemberantasan terorisme. Sebagaimana diketahui, Indonesia-Belanda telah bermitra dengan baik untuk pemberantasan terorisme di JCLEC (Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation) yang berlokasi di Semarang. Kedua negara juga aktif bersama di Global Counterterrorism Forum," jelasnya.(nv)