Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RI-Belarus Tingkatkan Kerja Sama Investasi dan Perdagangan

Jakarta, 31/05/2016 Kemenkeu - Indonesia meyambut baik kerja sama investasi dan perdagangan yang ditawarkan Republik Belarus, salah satunya kerja sama produk kendaraan untuk mengangkut alat-alat berat seperti dump truck dan traktor. Selain harga yang kompetitif, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta Belarus untuk membangun pelayanan purna jual seperti perbaikan atau penjualan suku cadang.

“Kita setuju dengan harga yang kompetitif, tapi yang paling penting bagaimana memberikan pelayanan kepada customer, baik perbaikan kendaraan atau traktor, maupun penjualan-penjualan spare part. Indonesia negara yang besar dengan banyak pulau. Untuk mengoperasikan traktor biasanya dibutuhkan banyak fasilitas,” tegas Wapres saat menerima Deputi Perdana Menteri (PM) Republik Belarus Vladimir Semashko di Kantor Wapres, Jakarta pada Senin (30/5) sebagaimana dikutip dari laman Wakil Presiden.

Sebelumnya, Deputi PM Belarus Semashko menyampaikan, dalam tiga tahun terakhir, terutama setelah kunjungan PM Belarus ke Indonesia pada tahun 2013, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Belarus mencapai 235 juta dolar AS. Namun, ia berharap kedua negara dapat mencapai target 1 miliar dolar AS.

Target tersebut, lanjutnya, dapat dicapai melalui perdagangan pupuk potasium dan kendaraan berat untuk keperluan pertambangan dan pertanian. “Dengan market yang besar yang dimiliki Indonesia, kami yakin kerja sama investasi dan perdagangan ini dapat meningkat,” katanya.

Terkait kendaraan berat, Belarus kini tengah melakukan pengadaan 40 dump truck berkapasitas 100-120 ton yang akan dikirim ke Sumatera Selatan (Sumsel). Ia juga menegaskan kesiapan suplai mesin pertanian traktor besar MAZ, bus listrik atau bus berbahan bakar jenis lainnya untuk transportasi massa di Jakarta, serta mesin konstruksi. Selain itu, pihaknya juga menyatakan kesanggupan untuk membangun fasilitas layanan purna jual.

“Kontrak penyediaan 40 dump truck dengan Sumsel, termasuk pelatihan teknisi Sumsel untuk merawat truk Belarus. Kami akan membuka layanan yang menjual sparepart dan kami akan menyediakan tenaga ahli untuk melatih teknisi Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengundang Pemerintah Indonesia untuk berinvestasi di Belarus. Lokasi strategis Belarus yang dekat dengan Rusia dan Uni Eropa akan memudahkan Indonesia untuk memasarkan produk-produknya, terutama karet dan minyak kelapa sawit.(nv)