Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RI Cari Model Reformasi Perpajakan yang Tepat

Jakarta, 15/10/2015 Kemenkeu - Untuk memaksimalkan penerimaan negara dari sektor perpajakan, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menegaskan, Indonesia perlu membuat terobosan tidak hanya dalam hal kebijakan perpajakan, tetapi yang lebih penting adalah pengumpulan pajak (tax collection) dan administrasi perpajakan.

Seperti diketahui, pada tahun 2015 ini, pemerintah mencoba melakukan reformasi perpajakan. Namun, mengingat terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dewasa ini, reformasi perpajakan akan dihadapkan pada suatu tantangan tersendiri. Hal ini terkait dengan upaya pemerintah untuk menciptakan keseimbangan pertumbuhan ekonomi.

“Di satu sisi, kita masih perlu meningkatkan penerimaan pajak, dengan meningkatkan tax ratio. Namun, di sisi lain, kita harus memastikan bahwa kebijakan perpajakan, administrasi perpajakannya tetap business friendly,” ungkap Menkeu dalam workshop bertajuk ‘Indonesia Tax Policies for Sustainable Growth and Lessons Learned from Mexico Taxes Reform’ pada Kamis (15/10) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Oleh karena itu, untuk mencari model yang tepat bagi reformasi perpajakan Indonesia, pemerintah akan mencari best practices dari negara-negara lain. “Tentu saja, kami saat ini sedang mencari semua best practices, dari (negara) mana saja di seluruh dunia,” jelasnya.

Salah satunya, pemerintah akan mempelajari keberhasilan Pemerintah Meksiko yang dinilai cukup sukses dengan reformasi perpajakannya. Namun demikian, karena setiap negara memiliki keunikan masing-masing, pengalaman reformasi perpajakan Meksiko tidak dapat begitu saja diterapkan di Indonesia. Akan ada beberapa penyesuaian yang diperlukan sebelum diimplementasikan.

“Saya rasa ini akan bisa berhasil baik, selama kita bisa melakukan penyesuaian dan sistem perpajakan, atau sistem ekonominya memungkinkan dengan penyesuaian tersebut,” terangnya.(nv)