Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RI Perlu Waspadai Potensi Kebijakan QE

Jakarta, 26/08/2013 MoF (Fiscal) News - Indonesia perlu mewaspadai kemungkinan direalisasikannya pengurangan atau penghentian stimulus moneter (Quantitative Easing) tahap ke-III di Amerika Serikat (AS). Demikian dikatakan Firmanzah, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, di Jakarta, Senin (26/8). “Apabila The Fed (Bank Sentral) AS benar-benar merealisasikan penghentian stimulus moneter tahap ke-III, maka kita perlu segera menghitung dan merumuskan kembali apakah obat penawar atau paket kebijakan yang kita miliki telah memadai,” katanya.

Firmanzah menilai, dibanding pada saat krisis ekonomi 1998 dan 2008, fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat. "Ekonomi kita saat ini jauh lebih kuat apabila dibandingkan pada 1998 dan 2008. Meskipun begitu, kewaspadaan, kecepatan dan ketepatan dalam policy responds perlu terus kita tingkatkan," kata Firmanzah.

Pihaknya juga memandang, dampak pengurangan atau penghentian stimulus moneter di Amerika Serikat telah membuat goncangan, tidak hanya di Asia Pasifik misalnya India, Australia, Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, tetapi juga Amerika Latin. Misalnya Brasil yang dalam beberapa hari ini telah menggelontorkan 60 miliar dolar AS untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya dan pasar saham. Oleh karenanya terkait masalah tersebut, diakui firmanzah, sejumlah pihak mulai mempertanyakan situasi yang dihadapi Indonesia saat ini, di mana dikhawatirkan berpotensi menciptakan situasi krisis seperti pada tahun 1998. (ak)