Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Rupiah Terdepresiasi, Anggaran Subsidi BBM Meningkat

Jakarta, 26/09/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah dan Badan Anggaran (banggar) DPR menyepakati besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas alam cair (Liquid Petroleum Gas/LPG) pada 2014 sebesar Rp210,73 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat bersama Panitia Kerja Asumsi Dasar, Penerimaan, Belanja, Defisit, dan Pembiayaan Badan Anggaran DPR, yang berlangsung pada Rabu (25/9).

Alokasi anggaran tersebut meningkat dibandingkan usulan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2014 sebesar Rp194,89 triliun menyusul perubahan sejumlah asumsi, misalnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, pemerintah telah menurunkan asumsi harga minyak mentah dunia. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya menghindari pembengkakan beban subsidi BBM. "Harga ICP dan volume konsumsi yang ditetapkan memang lebih rendah dari dengan apa yang telah diajukan dalam nota keuangan RAPBN 2014. Tapi nilai tukar rupiah saat  ini jauh di atas dari angka sebelumnya," kata Bambang. (ak)