Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RUU AFAS, Modal Perbankan Indonesia Tembus ASEAN

Jakarta, 07/02/2018 Kemenkeu - Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  bersama Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Agus Martowardojo, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menjelaskan bahwa pengesahan protokol ke-6 jasa keuangan dapat memberikan manfaat besar bagi industri jasa keuangan di Indonesia. Protokol ini merupakan syarat utama untuk dapat mengimplementasikan kerjasama di bidang jasa keuangan dengan negara-negara anggota ASEAN.

"Protokol ini bertujuan untuk mengurangi hambatan guna meningkatkan perdagangan dan investasi jasa keuangan di lingkungan ASEAN," ujar Menkeu di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Selasa (06/02).

Adapun komitmen Indonesia pada Protokol ke-6 Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement in Services (AFAS) yaitu pertama, penambahan kota Makassar sebagai salah satu opsi kantor cabang perbankan negara-negara ASEAN. Kedua, komitmen terkait ABIF (ASEAN Banking integration Framework).

"Dengan ABIF ini, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengizinkan tiga Qualified ASEAN Banking (QAB) beroperasi di masing-masing negara," paparnya.

Ditambahkan oleh Gubernur BI, saat ini sudah ada dua bank Malaysia yang beroperasi di Indonesia yaitu Maybank dan CIMB Niaga. Apabila Malaysia ingin menambah bank di Indonesia, maka Indonesia harus terlebih dahulu membuka tiga bank di Malaysia.

Selain itu, keuntungan lainnya adalah QAB Indonesia akan diperlakukan sama dengan bank domestik Malaysia dalam operasionalnya. Terakhir, QAB Indonesia mendapatkan kelonggaran untuk memenuhi persyaratan modal minimum perbankan di Malaysia melalui sistem pembayaran bertahap.

"Kami Mohon persetujuan DPR atas Undang-Undang tentang Pengesahan Protocol to Implement the Sixth Package of Commitment on Financial Services under ASEAN Framework Agreement in Services," tutup Menkeu.(mra/ind/nr)