Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sambangi Bursa Efek, Presiden Jokowi: Manfaatkan Momentum Kepercayaan Pasar

Jakarta, 05/07/2017 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan Sudirman, Jakarta pada Selasa (04/07) untuk meninjau langsung aktivitas yang ada di bursa efek pasca libur Lebaran. Dalam kesempatan tersebut, Presiden berujar bahwa para pelaku pasar di Tanah Air harus selalu optimis bahwa ekonomi Indonesia akan semakin baik. Apalagi saat ini momentum yang ada dirasa sangat mendukung hal tersebut. "Ini momentumnya sangat bagus setelah Fitch Ratings, Moody's, kemudian S & P memberikan investment grade kepada kita setelah 20 tahun semenjak 1997. Gunakan kepercayaan ini sebaik-baiknya untuk membangun sebuah persepsi bahwa kita memang baik, layak untuk diberikan predikat layak investasi," ucapnya. Ia kemudian mengingatkan bahwa jangan sampai momentum yang ada ini menjadi terbuang percuma dengan terfokus pada hal-hal yang tidak produktif. Sebab, selama 8 bulan terakhir, Presiden menyebut bahwa energi kita terpakai untuk hal-hal yang tidak produktif. 

Dikutip dari rilis resmi Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, secara khusus, Presiden mengapresiasi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat ditutup pada angka sekira 5.910. "Kemarin sempat saya lihat Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik di angka sekitar 5.910. Ini sebuah pencapaian lompatan yang sangat tinggi menurut saya," ujarnya. Bagi Presiden, hal tersebut merupakan pertanda yang sangat baik bagi Indonesia. Karena kenaikan IHSG itu menunjukkan makin kuatnya kepercayaan pasar pada pergerakan ekonomi nasional. 

Lebih lanjut, ia mengimbau agar perusahaan yang saat ini masih terdaftar di luar negeri untuk segera masuk ke bursa Indonesia. Presiden tentunya ingin agar perusahaan-perusahaan tersebut tak hanya sekadar mencari untung di Indonesia. "Paling nanti saya panggil satu per satu. Saya mengajak, tidak memaksa. Jangan negara lain yang dapat untung. Berproduksi di sini, berkebun di sini, kok terdaftarnya di Singapura, Hong Kong, atau New York? Nanti saya ajak," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong anak-anak perusahaan BUMN untuk juga segera terdaftar di BEI. Terdaftarnya perusahaan-perusahaan BUMN itu diharapkan dapat menghadirkan pendanaan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air. (nr/rsa)