Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sejak 2012, RI Manfaatkan Sukuk Untuk Biayai Infrastruktur

Jakarta, 17/05/2016 Kemenkeu - Sejak tahun 2012, Pemerintah Indonesia telah mulai memanfaatkan penerbitan Sukuk Negara untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur, seperti rel kereta api, jalan raya, jembatan, dan lain sebagainya.

“Dalam rangka meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan nasional, sejak tahun 2012 Pemerintah Indonesia telah mulai fokus pada penerbitan sukuk negara untuk membiayai proyek infrastruktur,” jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat menyampaikan opening remarks pada 1st Annual Islamic Conference ‘Sukuk for Infrastructure Financing and Financial Inclusion Strategy’ yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta pada Selasa (17/5).

Dalam seminar yang merupakan rangkaian acara Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41 tersebut, Menkeu mengungkapkan berbagai keuntungan penggunaan sukuk untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Pertama, menambah sumber pembiayaan proyek sekaligus memberikan kepastian akan sumber pembiayaan. “Dengan demikian, pembangunan proyek infrastruktur dapat selesai tepat pada waktunya,” jelas Menkeu. Kedua, hal ini juga memberikan kepastian akan efektivitas pemanfaatan hasil penjualan sukuk.

Selain itu, penerbitan sukuk untuk membiayai proyek pembangunan infrastruktur juga sejalan dengan prioritas Pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Sebagai informasi, berdasarkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 2015-2019 memerlukan pendanaan hingga lebih dari Rp5.000 triliun. “Dimana hampir 45 persen dari pendanaan tersebut akan dipenuhi oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah,” jelas Menkeu. (nv)