Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sekretaris Jenderal Melantik 109 Pejabat Eselon III

Jakarta, 27/03/2017 Kemenkeu - Sekretaris Jenderal hari ini melantik 109 pejabat eselon 3 di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Badan Pendidikan dan Pelatiah Keuangan (BPPK) di Aula Mezzanine, kantor pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (27/03).

Pada pelantikan ini, turut hadir Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, yang untuk pertama kalinya hadir untuk memberikan sambutan pada pelantikan level eselon 3. Menkeu menyampaikan bahwa posisi eselon 3 merupakan posisi manajer menengah, sebuah posisi kunci di mana jatuh-bangunnya sebuah institusi ditentukan dari langkah dan sikap yang diambil para manajer ini.

Menkeu memberikan pesan secara khusus kepada para pejabat di lingkungan DJP, bahwa dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak, seluruh pejabat harus mampu bekerja secara cerdas, strategis, dan berdasarkan sistem informasi yang baik.
"Saya telah minta kepada tim reformasi untuk memperbaiki business process. Setiap petugas pajak, fiskus, di dalam menemui wajib pajak tidak dibolehkan bekerja di luar kantor. Tidak ada kepala kantor, siapa saja, apakah staf pemeriksa atau AR melakukan pertemuan dengan wajib pajak di luar jam kantor dan di luar kompleks kantor, atau di luar ruangan kantor yang sudah ditetapkan. Seluruh bisnis untuk pemungutan pajak adalah resmi, diberikan kewenangan oleh negara kepada kita dan harus dilakukan secara proper sesuai dengan SOP, business process, dan etika sebagai pejabat publik," tegas Menkeu.
 

Sementara itu, kepada pejabat DJBC, Menkeu berpesan untuk terus menjalankan tiga fungsi yang telah diamanahkan sebelumnya, yaitu pengumpulan penerimaan negara, menjaga negara, serta menciptakan institusi yang bersih.

Menkeu menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat bekerja kepada para pejabat, kemudian berpesan kepada para pejabat yang dilantuk untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa jajaran Kemenkeu mengelola keuangan negara dengan penuh integritas. "Tunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia adalah sebuah republik yang diurus oleh orang-orang yang memiliki komitmen integritas yang luar biasa, yang profesional, yang mencintai republik ini begitu besar, sehingga anda setiap detik selalu ingin melakukan yang terbaik demi negara ini," pungkasnya. (ws/rsa)