Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Selain Jangka Pendek, Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Punya Tujuan Jangka Menengah-Panjang

Jakarta, 27/11/2015 Kemenkeu - Enam paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan oleh pemerintah sejak Bulan September lalu pada prinsipnya  terfokus pada upaya untuk menjaga daya beli dan meningkatkan investasi. Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, paket-paket kebijakan tersebut dimaksudkan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi, baik jangka pendek maupun menengah-panjang.

“Paket kebijakan ini fokusnya dua, daya beli dan investasi. Daya beli artinya kita meng-address permasalahan jangka pendek. Investasi, kita meng-address permasalahan jangka menengah-panjang. Kalau kita hanya mengaddress masalah jangka pendek, maka kita tidak akan bergerak mulai membentuk sumber pertumbuhan jangka menengah-panjang,” ungkap Menkeu dalam Kompas 100 CEO Forum pada Kamis (26/11) di Jakarta.

Oleh karena itu, lanjutnya, paket-paket kebijakan terkait investasi antara lain mencakup pertama, deregulasi dan debirokratisasi. “Karena tanpa izin yang cepat, tanpa prosedur yang nyaman, investor nggak mau masuk,” tambahnya.

Kedua, insentif fiskal, misalnya berupa tax holiday, tax allowance, maupun pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat menjaga daya saing di tengah persaingan dunia, terutama dengan negara-negara tetangga yang tengah berlomba-lomba menawarkan insentif fiskal bagi penanaman modal di negaranya.  “Negara-negara tetangga kita di ASEAN berlomba-lomba menawarkan insentif. Kalau kita tidak berikan insentif istilahnya kita akan ketinggalan kereta,” tambahnya.

Baik deregulasi, debirokratisasi maupun pemberian insentif fiskal tersebut, menurutnya, memiliki satu muara, yaitu untuk membangkitkan kembali sektor manufaktur di Indonesia, yang diprediksi akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi ke depan. “Jadi paket kebijakan ini ujungnya nanti kita berharap bahwa dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, kita sudah yakin bahwa sektor manufaktur akan menjadi sumber pertumbuhan ke depan,” pungkas Menkeu.(nv)