Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Selain Miras, Bea Cukai Juga Musnahkan Bahan Baku Miras dan Rokok Ilegal

Jakarta, 07/10/2015 Kemenkeu - Selain memusnahkan belasan ribu botol minuman keras ilegal, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga memusnahkan ribuan liter bahan baku pembuatan minuman keras ilegal di Kantor Pusat DJBC, Jakarta pada Selasa (6/10) kemarin.

Sebelumnya, dalam operasi besar-besaran yang digelar oleh Kantor Wilayah DJBC Jakarta, petugas berhasil menindak 57 drum atau setara dengan 11.400 liter etil alkohol (etanol) ilegal. Bahan baku pembuatan minuman keras ini dimusnahkan karena diduga melanggar ketentuan mengenai cukai, sehingga menimbulkan potensi kerugian negara sebesar Rp228 juta.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam konferensi pers sesaat sebelum pemusnahan mengungkapkan, sebanyak 47 drum atau setara dengan 9.400 liter etil alkohol ini diduga melanggar ketentuan pasal 27 ayat (3) Undang-Undang  (UU) Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. “Sementara, sejumlah sepuluh drum, atau setara dua ribu liter diduga melanggar pasal 54 UU Cukai,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam operasi besar-besaran yang digelar oleh Kantor Wilayah DJBC Jakarta, petugas berhasil menindak lebih dari 12 ribu botol minuman keras ilegal, baik impor maupun produksi dalam negeri. Beberapa di antara minuman keras ilegal tersebut diketahui merupakan minuman keras palsu, yang produksinya dilakukan di dalam negeri.

Etil alkohol yang dimusnahkan ini sendiri merupakan bahan baku pembuatan minuman keras palsu tersebut. “Operasi besar-besaran ini berhasil mengungkap bahwa di antara minuman keras ini bukan hanya ilegal dari sisi melanggar cukai dan pajak-pajaknya, tetapi ini juga ada yang palsu. 57 drum (yang dimusnahkan ini merupakan) bahan baku miras itu sendiri, yang dikerjakan oleh pabrik tidak resmi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, DJBC juga melakukan pemusnahan dua juta batang rokok ilegal. Karena tidak dilekati dengan pita cukai yang sah, hal ini diduga melanggar ketentuan pasal 29 ayat (2a) UU tentang Cukai. “Telah dilakukan penindakan sekitar dua juta batang rokok (ilegal). Potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp900 juta,” ungkapnya.(nv)