Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sembilan Kapal Baru Perkuat Armada Bea Cukai

Jakarta, 15/04/2016 Kemenkeu - Untuk memperkuat armadanya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menerima sembilan kapal yang dipesan dari Galangan Nasional PT Daya Radar Utama (PT DRU). Serah terima dilakukan dalam acara commander trial and ceremony delivery yang berlangsung di area Galangan Kapal PT DRU di Bandar Lampung, Selasa (12/4).

Dari sembilan unit kapal baru tersebut, lima diantaranya akan ditempatkan di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, sementara empat lainnya akan ditempatkan di PSO Pantoloan.

Kapal-kapal yang baru diuji coba tersebut memiliki spesifikasi berbeda-beda. Fast Patroli Boat (FPB) 20003, misalnya, dengan panjang 28,85 meter, lebar 6,60 meter dan kedalaman 3,9 meter, mampu melaju hingga 35 knot dengan kapasitas kru sebanyak 20 orang. Sementara, FPB 30004 yang memiliki panjang 38 meter, lebar 7,3 meter dan kedalaman 4,73 meter, mampu melaju dengan kecepatan maksimum 35 knot dengan jumlah kru 25 orang.

Kesembilan unit kapal baru tersebut ditujukan untuk memperkuat keseluruhan armada patroli Bea Cukai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai informasi, armada DJBC saat ini diperkuat oleh 179 unit kapal berbagai jenis, mulai dari speed boat hingga Kapal FPB 60 meter yang tersebar di seluruh Kantor Wilayah DJBC beserta PSO di bawahnya.

Seperti diketahui, saat ini DJBC tengah gencar memerangi upaya penyelundupan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengungkapkan, berdasarkan data statistik, penindakan per jenis komoditas melalui jalur laut menunjukan peningkatan cukup signifikan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengawasan Bea Cukai melalui patroli laut harus berbanding lurus dengan sarana dan prasarana yang memadai. “Ini akan memperkuat formasi yang sudah ada. Sejak 2013 kami berkomitmen untuk memperkuat wilayah maritim,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT DRU Amir Gunawan mengatakan, sembilan kapal patroli pesanan Bea Cukai tersebut memiliki standar tinggi dengan bahan baku terbaik. Kekuatan dan desain kapal seharga Rp50 miliar hingga Rp70 miliar tersebut pun telah memenuhi kritera internasional. “Saya percaya kapal ini sangat aman. Kapal FPB jenis ini masih jarang populasinya. Ditunjuknya kami sebagai pembuat kapal oleh Bea Cukai merupakan bentuk penghargaan dan kepercayaan dari Pemerintah khususnya Bea Cukai kepada kami putra-putri Indonesia,” jelasnya.(nv)