Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Semester I-2014, Realisasi Pendapatan Negara Capai Rp713,96 Triliun

Jakarta, 08/07/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah memperkirakan realisasi pendapatan negara sepanjang semester I tahun ini mencapai Rp713,96 triliun atau sekitar 43,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 yang sebesar Rp1.635,38 triliun.

Angka tersebut sekaligus mencatatkan capaian yang lebih tinggi jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 41,5 persen dari target. Sebagai informasi, realisasi pendapatan negara pada semester I-2013 adalah sebesar Rp623,24 triliun. Sementara, target pendapatan dalam APBN-P 2013 adalah sebesar Rp1.502,01 triliun.

Meningkatnya realisasi pendapatan negara tahun ini tidak lepas dari lebih tingginya realisasi penerimaan perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan hibah jika dibandingkan tahun 2013.

Menurut Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I tahun 2014, sampai dengan semester I tahun ini, penerimaan perpajakan telah mencapai Rp547,4 triliun, atau 43,9 persen dari target dalam APBN-P 2014, sebesar Rp1.246,1 triliun. Pos-pos penerimaan perpajakan yang memiliki kinerja baik antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), cukai, dan pajak lainnya.

Sementara itu, realisasi PNBP hingga semester I tahun ini telah mencapai Rp166,1 triliun, sekitar 42,9 persen dari target dalam APBN-P 2014 yang sebesar Rp386,95 triliun. Pos-pos penerimaan dari sektor PNBP yang berkinerja baik antara lain penerimaan sumber daya alam migas, bagian pendapatan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PNBP lainnya, dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Setidaknya, ada empat faktor pendorong tingginya kinerja pos-pos penerimaan tersebut. Pertama,  kenaikan tarif PPh impor dan setoran PBB migas pada semester I tahun 2014. Kedua, meningkatnya produksi rokok pada awal tahun 2014 dan penyesuaian tarif cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Ketiga, depresiasi nilai tukar yang menyebabkan meningkatnya kinerja penerimaan SDA migas. Terakhir, telah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hampir semua BUMN, yang mana sebagian BUMN tersebut telah menyetorkan dividennya.(nv)

 

Berita terkait:


Informasi terkait: