Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Seminar Ketahanan Buka Rangkaian Sidang Tahunan IDB ke-41

Jakarta, 15/05/2016 Kemenkeu - Rangkaian Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) tahun 2016 dimulai dengan seminar yang mengangkat isu “Enhancing Resilience in IDB Member Countries-humanitarian, Security & Development Nexus”. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Minggu (15/06) dihadiri oleh beberapa pembicara global, termasuk dua pembicara dari Indonesia yaitu Bernadus Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Dadang Muljawan, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial, Bank Indonesia.

Dalam Seminar ini, Dadang Muljawan menjelaskan bahwa dalam keuangan syariah terbagi menjadi dua sektor, yaitu komersial (perbankan dan pasar modal) dan asuransi. Menurut Dadang, Bank Indonesia mempunyai pengalaman dalam pengembangan sektor komersial, walaupun terdapat kesulitan dalam menggapai masyarakat berpenghasilan rendah. Namun demikian, terdapat potensi besar saat ingin memberdayakan kelas bawah.

Untuk itu, diperlukan pengembangan pengelolaan zakat dan wakaf. Karena menurut Dadang, donor yang sudah memberikan bantuan dalam bentuk zakat dan wakaf, tidak mungkin mengharapkan imbalan. Meskipun demikian, dengan adanya tatakelola zakat dan wakaf yang baik, akan semakin meningkatkan keinginan donor untuk memberikan donasi. “Misalnya saya pendonor, saya menyumbang tapi tidak ada laporannya sama sekali. Ya, saya tidak akan ada kemauan untuk menyumbang lagi. Sedangkan jika ada laporannya, misalnya berapa jumlah anak yang disekolahkan hingga lulus, itu akan meningkatkan (keinginan memberikan donasi)” jelasnya.

Kemudian Dadang melanjutkan bahwa keuntungan yang didapat dengan mengembangkan sektor zakat dan wakaf yaitu membantu pertumbuhan Produk Domestik Brurto (PDB), mengurangi kesenjangan penghasilan, dan mengurangi gejolak sosial. Sektor ini juga tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian nasional apabila terjadi krisis. Ke depannya, Dadang berharap keuangan syariah dapat memiliki sistem yang dan tata kelola yang baik.

Selain dua pembicara tersebut, hadir pula beberapa pembicara dari Negara lain. Di antaranya adalah Musa Kulaklikaya Director General of Sesric, Jemilah Mahmood Under Secretary General for Partnership at IFRC, serta Roberto Valent Special Representative to UNDP’s Programme of Assistance to the Palestinian People (PAPP).

Sidang Tahunan IDB sendiri akan digelar pada hari Selasa, 17 Mei 2016, dan rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Sementara itu, salah satu side event dari ST IDB ke-41 adalah pelaksanaan pameran (exhibition) yang mengusung tema inovasi, pembangunan infrastruktur dan keuangan inklusif. Selain itu, pameran yang akan diselenggarakan pada 15-19 Mei 2016 ini juga akan menampilkan tema yang berkaitan dengan pariwisata dan pendidikan. Khusus untuk tema inovasi, IDB akan memfokuskan pada area youth development, kesehatan, dan ketenagakerjaan. (fin)