Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sesjen Kemenkeu Buka Asia Pacific Valuation Conference 2016

Bali, 13/10/2016 Kemenkeu – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Keuangan Hadiyanto membuka secara resmi Asia Pacific Valuation Conference 2016 yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) bekerja sama dengan Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS), serta didukung oleh International Valuation Standards Council (IVSC) dan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Dalam paparannya, Sesjen menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia menaruh perhatian sangat serius terhadap profesi penilai. Selain itu, ia juga mengapresiasi terjalinnya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara MAPPI dan Kementerian Keuangan dengan RICS dan IVSC, sebagai langkah awal yang baik dalam meningkatkan kualitas penilaian di Indonesia.

“MAPPI dan tim pengembangan yang kami miliki fokus pada penyusunan regulasi dengan tujuan tidak hanya untuk meningkatkan kepercayaan yang dimiliki oleh profesi penilai, tetapi lebih dari itu, untuk meningkatkan kualitas dari penilaian di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, MoU dengan RICS dan IVSC tersebut merupakan langkah awal yang perlu dilanjutkan dengan kerja sama dalam program dan proyek, kegiatan analisis dan rapat, maupun kegiatan bersama lainnya. “Sehingga kedua institusi tersebut bersama-sama dengan MAPPI dan Kementerian Keuangan dapat mengembangkan regulasi di bidang penilaian yang lebih spesifik, seperti penilaian infrastruktur dan penilaian mesin dan peralatan,” jelasnya.

Sebagai Informasi, Asia Pacific Valuation Conference 2016 merupakan bagian dari rangkaian acara Rapat Umum Tahunan (Annual General Meeting) dari IVSC, yang merupakan organisasi penyusun standar penilaian internasional dan memiliki anggota asosiasi penilai dari 56 negara. Asia Pacific Valuation Conference 2016 yang dihelat di Nusa Dua ini mengambil tema “Navigating the Valuation Profession in the Changing Global Economic Landscape”. Dua topik utama yang akan dibahas dalam konferensi ini adalah pengukuran nilai wajar (fair value measurement) dan penilaian aset infrastruktur.(fi)