Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Setiap Delapan Jam, Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal

Jakarta, 16/02/2016 Kemenkeu - Untuk mengamankan penerimaan negara, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) semakin gencar melakukan penindakan atas peredaran barang-barang ilegal, termasuk rokok. Setiap delapan jam, DJBC berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai yang sah.

Dalam keterangan resminya pada Selasa (16/2), DJBC menyatakan bahwa upaya untuk menghindari kewajiban membayar cukai rokok cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hasil survei Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan, telah terjadi peningkatan pelanggaran berdasarkan jumlah rokok yang beredar dari tahun 2010 hingga 2014.

Pada tahun 2010, persentase rokok ilegal yang beredar tercatat mencapai 6,19 persen. Dua tahun kemudian, yakni pada 2012, persentase rokok ilegal di pasaran meningkat menjadi 8,04 persen, dan kembali meningkat pada tahun 2014, menjadi 11,73 persen.

Selain itu, data penindakan DJBC juga menunjukkan kecenderungan yang sama. Jumlah penindakan rokok ilegal menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Dari 641 kasus sepanjang 2013, penindakan rokok ilegal meningkat menjadi 902 kasus pada tahun 2014, dan kembali meningkat menjadi 1.232 kasus pada tahun 2015.

Dengan demikian, jika sepanjang tahun 2015 DJBC berhasil menggagalkan 1.232 kasus, maka setiap hari terjadi tiga hingga empat kali penggagalan upaya pelanggaran, atau setiap delapan jam sekali terjadi satu kali penindakan.

Yang terbaru, sepanjang Januari 2016 DJBC telah menindak 78 kasus rokok ilegal. Pada 19 Januari 2016 lalu, misalnya, Bea Cukai Soekarno Hatta berhasil menggagalkan penyelundupan delapan koper cerutu dan rokok ilegal berbagai merk di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta.

Pada hari yang sama, Bea Cukai Soekarno Hatta juga menggagalkan enam kasus penyelundupan rokok ilegal melalui paket kiriman pos via Kantor Tukar Pos Udara (KTPU) Soekarno Hatta. Dari kasus ini, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan enam koli rokok merk Benson&Hedges dari Jakarta yang akan dikirim ke Amerika Serikat.

Penindakan-penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Soekarno Hatta tersebut tidak lepas dari kerja sama yang baik dengan instansi terkait sebagai wujud komitmen bersama untuk memberantas berbagai jenis penyelundupan.(nv)