Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sidang Paripurna DPR Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2017

Jakarta, 27/10/2016 Kemenkeu - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang digelar pada Rabu (26/10) menyepakati asumsi dasar ekonomi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan tersebut, asumsi pertumbuhan ekonomi ditetapkan sebesar 5,1 persen. Kedua, asumsi tingkat inflasi sebesar 4,0 persen. Ketiga, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditargetkan sebesar Rp13.300 per dolar AS.

Keempat, asumsi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan rata-rata dipatok di kisaran 5,3 persen. Kelima, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) ditetapkan sebesar 45 dolar AS per barel. Keenam, asumsi lifting minyak bumi sebesar 815 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi sebesar 1.150 ribu setara minyak per hari.

“Penetapan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2017 tersebut disusun dengan pemahaman bahwa kondisi perekonomian global masih menghadapi pelemahan dan risiko gejolak geo politik, perubahan ekonomi regional, terutama Tiongkok, dan pelemahan perdagangan internasional," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membacakan pendapat akhir pemerintah terhadap RUU APBN 2017.

Terkait kondisi nasional, lanjutnya, kebijakan fiskal diharapkan mampu menjadi instrumen yang efektif untuk memperkuat ekonomi Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global dan regional, dengan mendukung penciptaan pertumbuhan yang inklusif dan berdaya tahan. "Oleh karena itu, peran pemerintah sangat penting untuk menjaga momentum pembangunan, meningkatkan daya saing dunia usaha, agar perekonomian nasional dapat tumbuh sehat, menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan," ungkapnya.(hi)