Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Strategi Pengamanan Pajak pada Berbagai Sektor

Jakarta, 04/02/2016 Kemenkeu – Sektor industri pengolahan masih menjadi sektor penyumbang pajak terbesar. Ke depannya, ada beberapa sektor yang akan digali lebih lanjut agar pendapatan pajak dapat lebih optimal. Sektor-sektor tersebut antara lain sektor pertambangan, sektor perdagangan dan sektor konstruksi serta sektor jasa keuangan. Sektor industri pengolahan sendiri juga akan semakin ditingkatkan tax coverage-nya


Menurut Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk pengamanan pajak. “Pertama strategi ekstensifikasi dan intensifikasi Wajib Pajak (WP) baik Orang Pribadi (OP) dan Badan,” katanya dalam wawancara, pekan lalu. Salah satu wujud implementasi strategis tersebut adalah data matching dan optimalisasi pemanfaatan IT dengan skema Pedoman Administrasi Pembangunan, Pemanfaatan, dan Pengawasan Data (PAP3D).


Kemudian, strategi pemeriksaan, salah satunya adalah pemeriksaan kepada WP OP yang menjalankan usaha bebas (difokuskan pada 40 besar WP per Kantor Pelayana Pajak/KPP) dan Pemeriksaan WP badan di sektor perdagangan atau sektor unggulan di masing-masing kantor wilayah DJP. “Pemeriksaan juga dilakukan atas perusahaan multinasional dan WP yang berada dalam satu grup usaha, difokuskan pada pemeriksaan transfer pricing dan dividen terselubung,” jelasnya. Tak lupa, pemeriksaan dilakukan pada WP sektor utama seperti pertambangan, perbankan, real estate, dan sektor utama lainnya.


Strategi terakhir adalah penegakan hukum, yang terbagi menjadi penagihan aktif (blokir, sita, cekal, gijzeling), pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan (non faktur fiktif), dan pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan (faktur fiktif). “Selain itu, penerimaan pajak dari orang pribadi juga akan terus dioptimalkan dengan memperhatikan potensi PPh orang pribadi yang masih rendah apabila dilihat dari tingkat kepatuhannya,” tegasnya. (as)