Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Subsidi BBM Belum Disepakati, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melemah

Jakarta, 11/06/2013 MoF (Fiscal) News - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang hingga kini masih belum terealisasi memberi implikasi pada nilai tukar rupiah. Demikian disampaikan Ketua Persatuan Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono di Jakarta,  Senin (10/6). Sigit mengatakan,  hal tersebut berpotensi mengakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada Senin (10/6) kemarin menyentuh level Rp9.821 per dolar AS, atau melemah dari yang sebelumnya Rp9.806 per dolar AS. Pihaknya juga menyoroti tentang cadangan devisa yang terus menurun. "Ini yang menyebabkan tergerusnya cadangan devisa, di Bulan Mei kemarin cadangan devisa kita  sudah turun sebesar 2,3 miliar (dolar AS),” ungkapnya.  
Tertekannya nilai tukar rupiah, lanjutnya, juga memberikan dampak lain pada peningkatan biaya operasi moneter Bank Indonesia. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Gubernur  Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengumumkan terjadi penurunan cadangan devisa sebesar 2,3 miliar dolar AS. Namun, hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "ini (menurunnya cadangan devisa RI) merupakan akibat dari langkah intervensi  untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat melambung," katanya.(ak)