Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Subsidi Listrik 2014 Dipatok Rp71 Triliun

Jakarta, 01/10/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 sebesar Rp71 triliun.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat bersama Panitia Kerja Asumsi Dasar, Penerimaan, Belanja, Defisit, dan Pembiayaan Badan Anggaran DPR yang berlangsung pada Senin (30/9).  Dalam rapat tersebut, Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit menyatakan, angka subsidi listrik dalam RAPBN 2014 tersebut di bawah usulan Komisi VII DPR bersama pemerintah, yaitu pada kisaran Rp81-91 triliun. "Jadi kita sepakati subsidi listrik sebesar Rp71,306 triliun dengan sejumlah catatan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kesepakatan lain yang dicapai adalah terkait margin keuntungan untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Margin keuntungan PLN tadi kita sepakati sebesar tujuh persen, berikut dengan adanya dana cadangan untuk energi sebesar Rp10 triliun," jelasnya.

Ditekannya angka subsidi listrik tahun 2014 tidak lepas dari dukungan anggota Dewan yang mengamanatkan pemangkasan subsidi listrik untuk PLN pada tahun mendatang  karena telah membebani APBN. "Kita harus evaluasi, jika PLN disebut berprestasi itu harus bisa mengurangi subsidi dan tidak membebani negara," katanya.(ak)