Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Subsidi Listrik di RAPBN 2014 Berkisar Rp81,97 - Rp91,10 Triliun

Jakarta, 28/6/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah dan DPR menyetujui besaran subsidi listrik dalam RAPBN 2014 pada kisaran Rp81,97 triliun hingga Rp91,10 triliun. Pemerintah, seperti disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, sebelumnya memang mengusulkan angka tersebut. Pihaknya menjelaskan, parameter yang dipergunakan pada perhitungan yakni pertumbuhan penjualan sebesar 9 persen, sehingga berdasarkan target penjualan di 2013, maka pada 2014 dapat mencapai 204,59 Tera-Watt hour (TWh).

"Susut jaringan sebesar 8,5 persen, Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik sebesar Rp1.174 - Rp1.220 /kwh, margin usaha sebesar 7 persen. Dan revenue requirement (bpp+margin) sebesar Rp257 triliun hingga Rp 267 triliun,” jelasnya.

Pemerintah dan DPR juga menyepakati subsidi LGV sebesar Rp1.500/liter, atau sama dengan APBN-P 2013 serta Alpha untuk BBM bersubsidi disamakan dengan formula APBN-P 2013. “Formula tersebut sudah dicek dengan hasil kajian dari ITB, UI, ITS, dan LEMIGAS dan dianggap masih cocok,” ujarnya. (ak)