Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sukuk Negara Dukung Perkembangan Ekonomi Syariah Nasional

Jakarta, 22/08/2016 Kemenkeu - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan menilai, industri keuangan syariah di tanah air dalam tiga dekade terakhir telah berkembang sangat pesat. Penerbitan Sukuk Negara, lanjutnya, menjadi salah satu prestasi industri keuangan syariah Indonesia yang cukup menonjol.

“Dalam tiga dekade terakhir, keuangan syariah di tanah air telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perbankan syariah, pasar modal syariah, maupun industri keuangan nonbank syariah berkembang dengan sangat baik,” jelasnya saat peluncuran Sukuk Tabungan Seri ST-001 di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta pada Jumat (19/08).

Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2008, penerbitan sukuk negara telah mengalami perkembangan yang sangat baik. Pada tahun 2008, pemerintah hanya menerbitkan Sukuk Negara dengan total volume sebesarRp 4,7 triliun.

Angka tersebut meningkat signifikan, dimana total volume penerbitan sukuk negara pada tahun 2015 mencapai Rp118,51 triliun. Sementara, hingga pertengahan Agustus 2016 ini, total volume penerbitan sukuk negara telah mencapai lebih dari Rp153 triliun. “Suatu peningkatan yang signifikan dibandingkan penerbitan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Meskipun pangsa pasarnya dalam keuangan nasional masih relatif kecil dibanding instrumen investasi yang bersifat konvensional, tetapi ia meyakini, Sukuk Negara mampu memberikan alternatif instrumen investasi bagi masyarakat. “(Karena) disamping sebagai instrumen pembiayaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), penerbitan sukuk negara juga bertujuan untuk diversifikasi investasi investor dan mendukung perkembangan  keuangan syariah,” jelasnya.(nv)