Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati diwawancarai oleh awak media seusai Konferensi Pers RAPBN 2018 di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta pada Senin (21/08)

Tahun 2018, Direncanakan Tidak Ada Kenaikan BBM, LPG dan Listrik

Jakarta, 21/08/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan Rancangan Angaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 (RAPBN TA 2018) kepada awak media di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin, (21/08). Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2018 tidak akan ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquid Petroleum Gas (LPG) dan listrik karena telah tercakup dalam subsidi energi yang dialokasikan sebesar Rp103,4 triliun.

“Subsidi energi adalah Rp103,4 triliun. Untuk (subsidi) BBM dan LPG adalah Rp51,1 triliun dan subsidi listrik Rp52,2 triliun. Asumsi yang sangat eksplisit adalah tidak ada kenaikan BBM tidak ada kenaikan LPG dan tidak ada kenaikan listrik. Jumlah pelanggan 900 VA barangkali yang akan dibatasi karena sesuai dengan alokasi Rp52,2 triliun tadi,” jelasnya.

Menkeu menambahkan, sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan dan pariwisata juga akan didukung baik dari sisi sektornya yang strategis maupun dari sisi infrastruktur pendukungnya.

“APBN tetap memihak sektor-sektor unggulan. Pertanian, perikanan, pariwisata adalah tiga sektor yang selama ini memiliki fungsi luar biasa strategis dari sisi food security atau ketahanan pangan, dari sisi employment atau penciptaan kesempatan kerja dari sisi kemampuan meng-generate kesejahteraan rakyat sampai ke grass root (akar rumput). Oleh karena itu, kita memberikan anggaran kepada sektor itu maupun infrastruktur yang mendukungnya. Jadi, 409 (triliun) dari infra (infrastruktur) itu juga banyak untuk mendukung pertanian, perikanan dan pariwisata. Jalan raya, airport, seaport, kemudian irigasi, electricity power itu semua tujuannya untuk membantu tiga sektor unggulan ini,” terangnya. (nr/rsa)