Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tak Hanya Kepatuhan, Itjen Harus Dapat Selesaikan Masalah dalam Konteks Makro

Jakarta, 07/04/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengharapkan Inspektorat Jenderal (Itjen) dapat melihat permasalahan pada konteks makro, bukan hanya dalam aspek kepatuhan (compliance). Hal tersebut disampaikannya pada Pembukaan Rapat Kerja Pimpinan Itjen Kementerian Keuangan Tengah Tahun 2016 yang dilaksanakan pada Rabu (06/04) di Aula Çakti Budhi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta.


Menkeu juga berharap agar Itjen dapat lebih kerja ekstra dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas internal, seperti membantu mengidentifikasi sektor penerimaan yang masih kurang dikembangkan sehingga dapat membantu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk meningkatkan penerimaan negara. Selain itu, Menkeu juga berpesan agar Itjen menjadi lebih inovatif dalam memberikan rekomendasi atas permasalahan yang selalu berulang setiap tahunnya, sehingga proses keuangan negara dapat berjalan dengan lancar dan lebih efektif.


“Saya ingin lihat yang lebih ada extra mile yang bisa dilakukan oleh Itjen, ketika melakukan di unit penerimaan. Selalu mencari celah dimana aspek penerimaan yang masih kurang dengan audit dan apa rekomendasinya sehinga celah tersebut bisa ditutupi dengan kebijakan,” jelas Menkeu.


Sebagai informasi, Rakerpim Itjen dilaksanakan pada 6-9 April 2016 dengan tema Optimalisasi Kegiatan Pengawasan Inspekrorat Jenderal dalam rangka Meningkatkan Akuntabilitas dan Penerimaan Negara Tahun 2016. Tujuan kegiatan ini adalah untuk merumuskan pokok-pokok pikiran & rencana aksi untuk mengoptimalkan penerimaan negara tahun 2016; merumuskan pokok-pokok pikiran terkait dengan hal pengendalian intern atas laporan keuangan di Kementerian Keuangan; serta merumuskan pokok-pokok pikiran terkait RPMK tentang Tata Kelola Pengawasan. (ws)