Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tambahan Kursi di IMF Tidak Pengaruhi Posisi Indonesia

 

Jakarta, 25/10/2010 MoF (Fiscal) News - Tambahan kursi kepada Indonesia di Forum International Monetary Fund (IMF) sebesar 0,6% sesuai kesepakatan dengan Amerika Serikat tidak akan mempengaruhi posisi Indonesia dalam  pengambilan  keputusan IMF. Demikian diungkapkan Pj. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Agus Supriyanto, Senin (25/10) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senayan, Jakarta.

Menurut Agus, dari segi persentase
, tambahan kursi pada forum IMF tersebut tersebut belum mencapai satu kursi, jadi tidak berpengaruh pada segi perhitungan suara maupun pengambilan keputusan. “Tidak ada banyak perubahan, posisi kita hanya sekitar 0,9 persen aja,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, saat ini voting power
Indonesia hanya 0,98% dari yang sebelumnya 0,92%. Untuk itu, sebenarnya Indonesia tidak memiliki pengaruh besar, karena untuk menjadi mayoritas membutuhkan 85% kursi  untuk membahas isu-isu yang mendasar. Saat ini, Amerika Serikat memiliki porsi suara  lebih dari 15%, yang merupakan suara terbesar dari forum IMF, sehingga dapat menentukan arah dan kebijakan IMF. “Jadi jika kita mengusulkan, tidak akan pernah tercapai jika ditolak Amerika Serikat,” ujarnya.

Pemberian kursi yang hanya 0,6
% merupakan pembagian kekuatan suara kepada negara berkembang, agar kekuasaan Amerika Serikat terus bertambah besar. “Yang di reform itu hanya power sharing-nya saja, sebagian voting power negara maju diberikan  kepada negara berkembang lalu didistribusikan, tapi dampaknya di Indonesia tidak banyak,” pungkasnya. (DM)