Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Target Lifting Pengaruhi Revisi Nilai APBN

Jakarta, 08/05/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah segera mengajukan APBN-Perubahan untuk dilakukan pembahasan dengan DPR RI, karena saat ini sejumlah asumsi makro sudah tidak menunjukkan kesesuaian dengan kondisi terkini dan mempengaruhi postur anggaran. Salah satunya misalnya lifting minyak.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Keuangan (Menkeu) Hatta Rajasa mengatakan bahwa target lifting minyak dalam APBN 2013 yang mencapai 900.000 barel per hari akan mengalami revisi karena produksi minyak tahun ini diperkirakan mengalami penurunan. “Lifting sudah tidak mungkin mencapai angka yang kita targetkan 900.000 barel per hari, mungkin sekitar 800.000-an barel,” ungkapnya.  

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga diperkirakan mengalami perubahan, walaupun rata-rata harga minyak dunia saat ini masih sesuai asumsi APBN sebesar 100 dolar AS per barel. “Harga crude mungkin kita lihat ada sesuatu, dan semua itu akan berpengaruh pada penerimaan. Itu nanti akan kita lakukan pembahasan,” tutur Hatta.

Sebelumnya, Hatta mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 yang tercantum dalam APBN akan direvisi mengingat kondisi perekonomian global yang belum membaik. “Pertumbuhan ekonomi masih 6,8 persen harus direvisi, kita harus realistis bahwa ekonomi dunia masih seperti ini,” ujarnya. Menurutnya, asumsi pertumbuhan pada 2013 diperkirakan hanya pada kisaran 6,3 - 6,4 persen dan saat ini penghitungan tersebut masih berada dalam kajian, sebelum pengajuan APBN Perubahan. “Kalau kita lihat, range kita itu segitu, masih kita dalami,” katanya. (iin)