Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Target Pendapatan Per Kapita 2025 Capai USD14.250-15.500

Manado, 03/05/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah menargetkan pendapatan per kapita pada tahun 2025 bisa mencapai USD14.250-15.500. Hal ini sejalan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), sehingga Indonesia menjadi 12 besar kekuataan dunia tahun 2025. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Keuangan Hatta Rajasa dalam kuliah umum di Universitas Sam Ratulangi, Manado pada Jumat (3/5).

Ia mengataka, pada tahun 2011, pendapatan per kapita Indonesia mencapai USD3.500 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD820 miliar, Tahun 2012 pendapatan per kapita meningkat menjadi USD3.563 dengan PDB sebesar USD900 miliar, Sementara itu, tahun 2013 pendapatan per kapita ditargetkan mencapai USD4.500 dan PDB bisa mencapai USD997 miliar.

"Tahun 2025, pendapatan per kapita bisa sekitar USD14.250-15.500 dengan penduduk 280-an juta. Jadi tidak mungkin kita melakukannya tanpa ada percepatan akselerasi lewat MP3EI. Apalagi tahun 2025 Indonesia menjadi 12 kekuataan dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan," tandasnya.

Apalagi, sambungnya, saat ini Indonesia telah menciptakan kelas menengah baru, di mana meningkat dari tahun 2003 yaitu sekitar 30 persen dan sekarang  menjadi sekitar 60 persen atau 131 juta orang dengan mengukur spending sebesar USD20 per hari. Kendati demikian, masih banyak kelompok masyarakat yang harus diperhatikan oleh pemerintah yaitu sebanyak 30 juta sangat miskin dan 70 juta vulnerable. "Dengan 131 juta kelas menengah dan 0,2 persen super kaya maka perlu dijaga jangan sampai ketimpangan menjadi melebar," jelasnya.

Menurutnya, kelas menengah ini diharapkan mampu membawa perubahan dan mendorong pembangunan bukan hanya konsumtif. "Mckinsey mengatakan tahun 2030 spending kelas menengah USD1,8 triliun dan akan terus bertumbuh. Makanya kita harus mendorong middle class ke sektor yang produktif," pungkasnya. (Ans)