Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Target Penerimaan Bea dan Cukai dalam RAPBN 2016 Lebih Realistis

Jakarta, 13/10/2015 Kemenkeu - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, target penerimaan perpajakan untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dipatok sebesar Rp186,52 triliun.

Dari target yang telah ditetapkan tersebut, penerimaan cukai ditargetkan sebesar Rp146,43 triliun, yang terdiri atas cukai hasil tembakau Rp139,81 triliun, cukai ethil alkohol Rp17 miliar, dan cukai minuman mengandung ethil alkohol (MMEA‎) Rp6,45 triliun.

Beberapa kebijakan di bidang cukai yang akan dilaksanakan antara lain kenaikan tarif cukai hasil tembakau secara proporsional, kenaikan tarif cukai MMEA dan penyempurnaan ketentuan terkait pemasukan atau pengeluaran barang kena cukai ke/dari kawasan bebas.

Sementara, penerimaan bea masuk ditargetkan sebesar Rp37,20 triliun. Beberapa program yang akan dijalankan untuk penerimaan bea masuk pada tahun 2016 adalah peningkatan pelayanan secara otomasi, serta menambah komoditas yang mendapat bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk mendorong investasi dan mengintensifkan program kepatuhan dan partnership. Untuk bea keluar, program yang direncanakan adalah pemetaan eksportir berdasarkan produk yang diekspor, meningkatkan pemeriksaan terhadap barang ekspor yang terkena bea keluar.

Target penerimaan bea dan cukau dalam RAPBN 2016 tersebut memang menunjukkan penurunan sekitar Rp10 triliun dibanding dalam APBN Perubahan 2015 yang sebesar Rp194,99 triliun. Namun demikian, menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, target tersebut lebih realistis mengingat kondisi perekonomian dewasa ini.

Sementara itu, terkait realisasi penerimaan bea dan cukai tahun ini, ia memperkirakan hanya akan mencapai Rp185,3 trilliun atau sekitar 95 persen dari target dalam APBN-P 2015 yang sebesar Rp194,5 triliun. Hal tersebut disebabkan masih melambatnya perekonomian dan rendahnya harga komoditas saat ini.(nv)