Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Target Penerimaan Migas Menjadi Rp286,03 Triliun

Jakarta, 26/09/2013 MoF (Fiscal) News – Dalam rapat kerja dengan pemerintah, Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui  usulan pemerintah untuk mengubah penerimaan negara dari kegiatan usaha hulu minyak dan gas 2014 menjadi Rp286,03 triliun. Sebelumnya dalam nota keuangan RAPBN, pemerintah mengusulkan penerimaan negara dari kegiatan usaha hulu minyak dan gas 2014 sebesar Rp252,31 triliun. Perubahan usulan pemerintah itu akibat adanya perubahan harga minyak mentah Indonesia (ICP), perubahan kurs rupiah dan biaya perbaikan akibat kegiatan hulu migas (cost recovery).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kegijakan Fiskal (BKF) Bambang P.S. Brodjonegoro menyampaikan bahwa ICP berubah dari US$106 menjadi US$105 per barel. Hal ini dilakukan seiring proyeksi perkembangan produksi gas serpih (shale gas) di Amerika Serikat dan meredanya ketegangan di Suriah. Sama halnya dengan ICP, asumsi nilai tukar rupiah juga berubah menjadi Rp10.500 dari Rp9.750 per dolar Amerika Serikat.

Sementara itu untuk cost recovery diturunkan menjadi Rp15 triliun dari Rp16,5 triliun. Penurunan tersebut dilakukan dengan pertimbangan efisiensi biaya produksi, misalnya melalui kerja sama antar Kontraktor Kerja Sama (KKKS) untuk menggunakan peralatan bersama. “Proyeksi penerimaan itu juga memperhitungkan lifting minyak yang 870.000 barel per hari dan lifting gas 1,24 juta barel per hari setara minyak,” katanya. (nic)