Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Target Pertumbuhan Ekonomi Yang Kredibel Penting Untuk Kepastian Usaha

Jakarta, 05/06/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 sebesar 6,2 persen, dapat dicapai dengan upaya maksimal yang dilakukan pemerintah. “Upaya dengan mempertahankan angka investasi di level sekarang atau bahkan lebih baik, caranya dengan mempermudah izin dan mempercepat penyerapan belanja,” kata Menkeu dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI (4/6).

Menurut Menkeu, angka yang ditetapkan pemerintah untuk target pertumbuhan sebesar 6,2 persen merupakan angka realistis, karena pada triwulan I-2013 pertumbuhan hanya tercatat sebesar 6,02 persen. Pemerintah secara objektif melihat target pertumbuhan tahun ini hanya dapat mencapai 6,2 persen, karena pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2013 diprediksi hanya mencapai angka 6 persen. Hal tersebut terjadi karena sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) diperkirakan melambat, karena impor barang modal mengalami penurunan hingga 15 persen. “Kalau sampai pertengahan tahun pertumbuhan di angka enam persen, akan sulit bagi pemerintah mengejar 6,5 persen, karena tidak ada basis faktualnya,” kata Menkeu.

Selain itu, ekspor diperkirakan makin melambat karena perekonomian global belum sepenuhnya membaik hingga tahun depan dan harga komoditas masih mengalami penurunan. Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi pada 2013 masih bergantung pada konsumsi rumah tangga, yang saat ini menjadi penyumbang angka pertumbuhan di atas enam persen.

Asumsi pertumbuhan 6,2 persen tersebut, lanjut Menkeu, juga telah dipertimbangkan potensi pelebaran defisit anggaran yang ditetapkan 2,5 persen terhadap PDB, apabila target penerimaan tidak tercapai. “Penentuan target penerimaan ditetapkan berdasarkan asumsi, tetapi belanja ditetapkan sesuai pagu. Jadi kalau pertumbuhan 6,5 persen, defisit bisa lebih besar dari yang ditetapkan,” ujar Menkeu.

Dalam rapat dengan Banggar DPR RI, Menkeu juga mengatakan bahwa sangat penting bagi pemerintah untuk menetapkan angka target pertumbuhan yang kredibel. “Sangat penting untuk membuat angka yang kredibel dan sensitif dengan situasi yang terjadi agar memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” pungkas Menkeu. (iin)