Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tax Amnesty Buka Kesempatan Repatriasi, Pembangunan di RI Bisa Dipercepat

Jakarta, 07/04/2016 Kemenkeu - Munculnya banyak nama Warga Negara Indonesia (WNI) dalam Panama Papers semakin menegaskan pentingnya tax amnesty. Melalui tax amnesty, kesempatan kembalinya uang WNI yang beredar di luar negeri ke Indonesia (repatriasi), akan semakin terbuka.

Dengan uang hasil repatriasi, pemerintah dapat memanfaatkannya untuk mempercepat pembangunan. “Terutama infrastruktur yang menjadi andalan Presiden Jokowi,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung sebagaimana dikutip dari laman Setkab.

Terlebih, lanjutnya, jumlah uang WNI yang terparkir di luar negeri diyakini sangat besar. Sebelumnya, dalam Seminar RUU Tax Amnesty dan Manfaatnya Bagi Bangsa di Jakarta pada Selasa (5/4) lalu, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, potensi repatriasi dapat melebihi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Kalau ditanya, berapa target uang orang Indonesia yang bisa ditarik, saya nggak bicara target, tapi saya bicara potensi. PDB kita sekarang Rp11.400 triliun, nah dari perhitungan kasar kami potensinya uang Indonesia di luar negeri itu lebih besar dari PDB kita,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah berharap, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat segera melakukan pembahasan terkait Rancangan  Undang-Undang (RUU) tentang tax amnesty. Sebagai informasi, pengampunan yang akan diatur dalam RUU tentang tax amnesty pada intinya diberikan untuk uang yang bukan berasal dari kegiatan human traficking, aktivitas terorisme dan narkoba.

“Di luar (ketiga hal) itu, kenapa kemudian diberikan ruang untuk diberikan tax amnesty, nah data-data di Panama Papers membuktikan bahwa memang ada uang yang cukup besar di luar (negeri),” jelas Seskab.

Terlepas dari Panama Papers, pemerintah sendiri sebenarnya sudah memiliki data yang lebih lengkap mengenai uang WNI yang berada di luar negeri. “Kalau di data di Panama Papers kan hanya list orang, kalau data yang dimiliki pemerintah itu sudah list orang, transfer uangnya ke mana, kapan dilakukan, siapa yang melakukan, kita sudah punya,” ungkapnya.(nv)