Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Teknologi Tinggi Buat Jarak Antara Negara Maju - Berkembang

Jakarta, 04/05/2017 Kemenkeu – Pertumbuhan yang cepat di beberapa negara Asia telah mendorong transformasi kawasan ini, berpendapatan rendah menjadi daerah berpendapatan menengah. Namun, untuk berpindah menjadi masyarakat berpendapatan tinggi akan lebih sulit. Salah satu bukti keberhasilan adalah Korea Selatan yang mampu menjadi ekonomi berbasis industri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam salah satu agendanya selama pertemuan tahunan Asian Development Bank (ADB), menjelaskan bahwa masih banyak negara yang kesulitan “naik kelas”.


Ia berpendapat bahwa ini dilatari oleh penggunaan teknologi tinggi yang terus berkembang, sehingga membuat jarak bagi negara-negara yang sedang berusaha maju. “Jangan sampai jadi negara maju versus negara berpendapatan menengah-rendah,” katanya saat ADB Joint Seminar with the International Monetary Fund bertema “Transcending the Middle-Income Challenge”, di Jepang pada Kamis (04/05).


Karena bedanya tingkat teknologi ini, ada tantangan yang muncul dan dapat menjadi gangguan, yaitu penggunaan robot yang lebih murah untuk mengganti industri padat karya. “Ini yang harus kita pikirkan bagaimana investasi pada human capital, real people. (Teknologi robot) belum dapat dilakukan di negara yang masih berusaha naik kelas itu,” tambahnya. Oleh karena itu, ia berharap ADB, yang menaruh perhatian pada masalah pembangunan, dapat menciptakan program untuk seluruh masyarakat. (as/rsa)