Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

The Fed Tunda Tapering, Pemerintah Pantau Capital Inflow

Jakarta, 19/09/2013 MoF (Fiscal) News – Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Rabu (18/9) memutuskan menunda pengurangan stimulus (tapering) yang mereka kucurkan sejak tahun 2008. Para pejabat The Fed sepakat untuk mempertahankan program stimulus pembelian aset dengan nilai total US$85 miliar. Keputusan tersebut dianggap berbagai kalangan menguntungkan Indonesia karena diyakini akan menggairahkan bursa saham.

Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Firmanzah mengatakan, kebijakan The Fed soal tapering stimulus atau (quantitative easing/QE) Rabu malam akan berdampak positif pada pasar modal dan keuangan di dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, sebut Firmanzah, pemerintah akan memantau pergerakan arus modal asing (capital inflow) terhadap nilai tukar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Kita optimistis keputusan The Fed tadi malam akan meredam gejolak pasar keuangan dunia,” kata Firmanzah di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/9).

Menurut Firmanzah, pemerintah juga akan terus melanjutkan program dan paket kebijakan untuk memperkuat fundamental ekonomi. Hal tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan investasi, memperkecil defisit transaksi neraca pembayaran dan menguatkan daya beli masyarakat. Kebijakan QE merupakan salah satu upaya bank sentral mengguyur likuiditas ke dalam perekonomian dengan cara membeli berbagai aset tidak hanya terhadap surat berharga pemerintah tetapi juga yang diterbitkan swasta. Llikuiditas tersebut banyak menggiring penempatan arus dana ke kawasan yang memberi return lebih tinggi, dan Indonesia termasuk ke dalam emerging market yang menjadi tujuan penempatan dana panas tersebut. (nic)