Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Seminar Budget Day di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta(22/11)

Tiga Cara Mensinergikan Sistem Penganggaran

Jakarta, 23/11/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan tiga cara untuk menunjang sinergi antara unit kerja pemerintah, khususnya antara  Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) dalam rantai perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi penganggaran. Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Seminar Budget Day di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/11).

Pertama, diperlukan suatu Standard Operating Procedure (SOP) atau perangkat aturan untuk mendukung terjadinya sinerginya.

“Buat SOP, Standard Operating Procedure untuk bersinergi. Kalau belum kuat SOP bikin MoU (Memorandum of Understanding). MoU-nya belum kuat, bikin Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Anda mau minta apa aja, saya kasih. Tapi berarti tiga Dirjen (Direktur Jenderal) harus duduk bersama. Apa dari siklus APBN ini yang disinergikan, bagaimana sinerginya, dan bagaimana mekanismenya. Bagaimana, the how itu adalah yang paling sulit, menterjemahkan ide-ide itu menjadi suatu yang konkrit,” tambahnya.

Kedua, IT (Information Technology) sangat penting untuk memperbaiki cara berorganisasi dan bekerja.

“Kedua, caranya gimana? IT. Teknologi. Semuanya (DJA-DJPK-DJPB) melihat teknologi sebagai cara untuk memperbaiki kita berorganisasi, bekerja dan makin mengefisienkan sharing information. Sesudah informasi shared berarti kita bisa mengidentifikasi masalah, kemudian keluar dengan solusi yang bisa dilakukan. Jadi, saya minta IT sistem tolong disinkronkan, jangan sendiri-sendiri. Kalau ego sektoral hilang di Kementerian Keuangan pasti Anda bisa mempengaruhi K/L (Kementerian/Lembaga) yang lain,” pesan Menkeu.

Ketiga, Menkeu memaparkan pentingnya tracking result yang dikerjakan bersama antar unit eselon I terkait di Kemenkeu mulai dari perencanaan sampai output dan outcome yang dikerjakan bersama-sama        

“Sinergi yang ketiga, sesudah SOP dan IT system adalah saya ingin anda bersinergi membuat “tracking result”. Tracking result jangan sendiri-sendiri. Kalau Anda duduk bertiga pasti lebih spectacular menunjukkan dimana letak titik lemah kita dan di mana kita hebat. Saya yakin kalau tiga otak didudukkan bersama-sama ditambah lagi mungkin sedikit otaknya di BKF (Badan Kebijakan Fiskal) kalau mau. Betul-betul mikir analisa, lihat data, lihat seluruh-link-nya, dianalisa dan hasil dan kemudian disampaikan untuk memperbaiki siklus kedepan,” pungkasnya.  (bs/nr)