Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tiga Reformasi Mendasar Pada APBN Indonesia

Jakarta, 22/10/2015 Kemenkeu - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016,  pemerintah menerepkan mindset baru dalam struktur fiskal, baik dalam sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

"Kita melakukan perubahan mindset yang luar biasa terhadap struktur fiskal kita,” ujar Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara saat membuka seminar dan forum group discusion ‘Peranan Fiskal dan Tata Kelola Pembangunan Infrastruktur dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi’ di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Kamis (22/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada sisi pendapatan, Indonesia akan mengubah ketergantungan pendapatan yang sebelumnya berasal dari sektor sumber daya alam, seperti Pajak Penghasilan (PPh), royalti, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNPB) dari sektor migas menjadi penerimaan negara yang mengandalkan basis kegiatan ekonomi yang akan berkontribusi pada penerimaan pajak. "Kegiatan ekonomi kita ingin tumbuhkan, dari situ kita tarik pajaknya," tambahnya.

Dari sisi belanja, lanjutnya, reformasi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah adalah mengubah belanja-belanja yang sebelumnya tidak produktif, seperti subsidi Bahan Bakar Minyak dan subsidi-subsidi yang tidak tepat sasaran menjadi belanja yang lebih produktif seperti pengeluaran untuk infrastruktur dan belanja untuk perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan perbaikan, terutama dalam strategi pembiayaan. Sebelumnya, strategi pembiayaan bergantung pada pembiayaan yang berasal dari pasar. Nantinya, strategi akan diubah dengan mengombinasikan pembiayaan yang tidak hanya berasal dari pasar, tetapi juga pembiayaan dari bilateral dan multilateral.

Ia menegaskan bahwa reformasi pada APBN ini akan terus didorong, baik pada peningkatan penerimaan dari pajak, belanja pada pembangunan infrastruktur dan pengurangan subsidi, serta pembiayaan yang melibatkan bilateral dan multilateral. "Ini tiga reform mendasar dari budget kita, dimulai dari APBN-P 2015, dan kita pastikan akan kita lanjutkan ke 2016, 2017, 2018 dan seterusnya," tegasnya.(kp)