Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tiga Sasaran dalam RAPBN 2017

Jakarta, 18/08/2016 Kemenkeu - Asumsi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 akan berisi penerjemahan dari tiga prioritas yang disasar pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan estimasi perhitungan dalam RAPBN 2017 akan berisi kebijakan fiskal dari sisi penerimaan, sisi belanja serta upaya untuk menjaga defisit.


Pertama dari sisi penerimaan, dimana sasaran utamanya adalah pajak, sehingga pemerintah akan melakukan kombinasi kebijakan. “Di satu sisi harus melakukan upaya penerimaan negara yang diperkuat , namun di sisi lain pajak juga harus mendorong iklim investasi agar tetap kompetitif. Itu seperti dua tujuan yang arahnya sangat berlawanan. Kami mencari titik tengah dengan kebijakan fiskal di sisi penerimaan,” jelas Menkeu.


Dari sisi belanja, fokus pemerintah adalah terus mengefektifkan belanja pemerintah sesuai prioritas, yaitu membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas SDM terutama bidang pendidikan dan kesehatan, serta mengurangi kesenjangan. “Dari sisi belanja, presiden sudah menyampaikan bahwa ini akan diprioritaskan  kepada hal-hal yang prioritas yaitu infrastruktur, kemiskinan dan kesenjangan,” tambah Menkeu.


Bagian ketiga adalah upaya menjaga defisit agar selalu berkesinambungan dan kredibel dalam jangka panjang. “Kita pelaksanaan APBNP 2016 akan cukup kredibel, dengan menjaga posisi defisit di bawah 3% dari PDB. Dari sisi basis penerimaan pajak dengan hitungan yang diperkirakan lebih realistis dari sisi realisasi, dan angka inilah yang kita gunakan untuk mengestimasi RAPBN 2017,” ungkap Menkeu. (as)