Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tindak Berbagai Barang Ilegal, Bea Cukai Jambi Cegah Rp3,5 Miliar Kerugian Negara

Jakarta, 22/12/2015 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai bagian dari Kementerian Keuangan terus berupaya memberantas peredaran barang-barang ilegal. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jambi, misalnya, selama kurun waktu September hingga November 2015 telah melakukan penindakan atas berbagai barang ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga lebih dari Rp3,5 miliar.

Dalam konferensi pers pada Selasa (15/12) pekan lalu, Kepala KPPBC Jambi menerangkan berbagai hasil penindakan selama kurun waktu tersebut. Penindakan pertama dilakukan atas 8.168.720 batang rokok ilegal berbagai merk dan 7.362 kilo gram tembakau iris. Kedua jenis barang hasil tembakau yang diperkirakan bernilai Rp2,7 miliar ini ditindak karena tidak dilekati pita cukai yang sah.

Penindakan kedua dilakukan atas minuman keras (Mengandung Etil Alkohol/MMEA) ilegal berbagai merk, baik impor maupun produksi lokal. Dari penindakan ini, petugas berhasil mengamankan 3.452 botol minuman keras tanpa pita cukai yang sah. Penindakan sendiri dilakukan melalui operasi pasar pada berbagai toko dan perusahaan ekspedisi yang berada di berbagai daerah di Jambi.

Penindakan juga dilakukan atas barang larangan dan pembatasan (Lartas) seperti DVD porno dan airsoftgun dari Kantor Pos Lalu Bea Jambi. Selain itu, KPPBC Jambi bekerja sama dengan Ditpolair Polda Jambi juga berhasil menegah alat-alat kesehatan, alat-alat navigasi udara, ban motor besar dan spare part motor besar di Perairan Laut Kuala Pemusiran, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Dari berbagai penindakan yang dilakukan tersebut, KPPBC Jambi berhasil mencegah terjadinya kerugian negara sebesar Rp3.524.879.000. Selain itu, penindakan ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk melindungi pengusaha barang kena cukai yang melakukan kegiatan usahanya secara benar/legal (fair treatment).(nv)