Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tingginya Curah Hujan dan Banjir Pengaruhi Inflasi


 
Jakarta 20/01/2014 MoF (Fiscal) News – Curah hujan yang tinggi dan banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan mempengaruhi besaran inflasi pada awal tahun ini. Hal tersebut terjadi akibat terganggunya pasokan barang dan jasa yang berujung pada kenaikan ongkos distribusi.


Meski demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri belum dapat memastikan besaran pengaruh bencana banjir terhadap besaran inflasi Januari 2014 ini. “Itu bisa berpengaruh, tapi saya belum bisa bilang, karena banjirnya baru mulai,” jelas Menkeu, Jumat (17/1) di Jakarta. Pihaknya memperkirakan, angka inflasi pada Januari 2014 baru dapat dilihat setelah pekan ketiga Januari 2014. “Setelah tanggal 20 biasanya (perkiraan) angka kami keluar, tapi sebesar apa nanti kita lihat,” ujar Menkeu.


Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan bahwa efek dari perubahan cuaca dan banjir terhadap inflasi tidak akan telalu signifikan. Namun demikian, pemerintah harus tetap mewaspadainya, karena berpotensi membuat distribusi, khususnya pangan, terhambat. “Sejauh ini perkembangan harga masih wajar,” jelas Wamenkeu II.


Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan inflasi Januari 2014 berada pada level 0,77 persen. Posisi ini masih terjaga dibanding kondisi lima tahun terakhir. Pada Januari tahun lalu, Badan Pusat Statistik merilis terjadi inflasi sebesar 1,03 persen. Curah hujan tinggi dan banjir menjadi faktor pendorong kenaikan harga komoditas utama, seperti beras dan cabai.(nic)