Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tingkatkan Tax Ratio, Menkeu Minta DJP Tingkatkan Kepatuhan WP OP

Jakarta, 10/03/2016 Kemenkue - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai, perlu terobosan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar rasio penerimaan perpajakan (tax ratio) dapat meningkat dari kisaran 11 persen menjadi 13-14 persen pada beberapa tahun depan. Salah satunya yaitu melalui peningkatan kepatuhan dari Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP).

Menkeu menilai, saat ini kepatuhan WP OP dalam menjalankan kewajiban perpajakannya masih tergolong rendah. Hal tersebut mengakibatkan masih rendahnya penerimaan perpajakan dari pajak perorangan. “Kecilnya (penerimaan pajak dari) WP OP itu menunjukkan sistem pajak kita belum modern, belum seperti negara maju yang sangat tergantung pada WP OP, bukan WP badan,” jelas Menkeu saat melantik Direktur Jenderal Pajak di Jakarta awal bulan ini.

Sebagai informasi, penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) WP OP pada tahun 2015 lalu tercatat sekitar Rp9 triliun. Menurut Menkeu, angka tersebut masih belum mencerminkan kondisi riil dari masyarakat Indonesia, karena seolah-olah masih banyak dari wajib pajaknya yang termasuk dalam golongan tidak mampu. Padahal, pada kenyataannya, banyak individu di Indonesia yang sebenarnya masuk dalam golongan mampu.

“Angka tahun lalu ini cuma Rp9 triliun dari wajib pajak orang pribadi (PPh) pasal 25 dan 29, ini jelas jauh dari standar yang dibayangkan. Ini seolah-olah menunjukkan individu di Indonesia ini kebanyakan belum mampu. Padahal kita tahu banyak sekali, banyak dalam artian relatif, banyak individu di Indonesia yang masuk dalam golongan superkaya, kaya, setengah kaya, dan seterusnya. Ini yang menurut saya harus diperbaiki tingkat kepatuhannya,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya kepatuhan WP OP, Menkeu meyakini, tax ratio juga akan meningkat. Oleh karena itu, ia meminta agar peningkatan kepatuhan WP OP dapat menjadi simbol terobosan DJP dalam upaya peningkatan penerimaan perpajakan tahun ini.  “Tahun 2016 ini yang paling pasti harus ada kejelasan, harus ada ketegasan dari kita di DJP untuk bisa memperbaiki penerimaan dari WP perorangan. WP OP saya harapkan menjadi simbol dari terobosan untuk penerimaan dari DJP pada tahun 2016 ini,” ungkapnya.(nv)