Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meninjau aktivitas para pedagang yang sebagian besar merupakan penerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Pasar Besar Malang (04/01)

Tinjau Kredit UMi, Menkeu Blusukan Ke Pasar

Malang, 04/01/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meninjau aktivitas para pedagang yang sebagian besar merupakan penerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Pasar Besar Malang pada Kamis (04/01).

"Presiden menginginkan pembangunan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, misalnya infrastruktur yang langsung dinikmati masyarakat, listrik masuk ke desa. Khusus untuk UKM yang mayoritas pelakunya adalah Usaha Kecil dan Menengah, pemerintah ingin agar manfaat pembangunan langsung dinikmati masyarakat," kata Menkeu saat menjelaskan latar belakang pembiayaan/kredit UMi.

Ia juga menjelaskan bahwa, meskipun sudah tersedia Kredit Usaha Rakyat, terdapat kebutuhan dari masyarakat yang belum bisa mengakses fasilitas perbankan. "KUR sudah mencapai Rp95 triliun. Untuk masyarakat Mikro, jumlahnya puluhan juta masyarakat yang belum bisa mengakses fasilitas perbankan. Kita mendapatkan anggaran Rp1,5 triliun tahun 2017 untuk pilot project pembiyaan UMi untuk UMKM dengan pinjaman dibawah Rp10 juta. UMi sudah disalurkan dari Sabang sampai Merauke untuk menyalurkan dana kepada para pelaku usaha kecil misal jualan ayam, sandal, penjahit, es degan," jelasnya.

Menkeu berharap dengan adanya akses pendanaan UMi, masyarakat mendapatkan modal kerja dengan biaya yang sangat rendah. Pada tahun anggaran 2018 alokasi pembiayaan UMi ditingkatkan menjadi Rp2,5 triliun.

"Pemerintah ingin masyarakat mendapatkan modal kerja agar masyarakat dapat menjalankan ekonomi dan mendapatkan rezeki yang baik. Dengan kerja keras dapat membantu membina dan eksekusi yaitu koperasi dan modal ventura yang sudah mampu. Para pelaku usaha tersebut butuh pinjaman maksimal Rp10 juta. Dan petugas yang datang dengan HP (hand phone) menunjukkan dengan HP untuk mencicil. Kalau ada dana Rp1.5 triliun harus dipastikan semua ke rakyat. Di tahun 2018 pemerintah telah menambah menjadi 2,5 triliun," jelasnya.

Menkeu juga berpesan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan untuk membina koperasi yang berpotensi menjadi penyalur pembiayaan UMi. "Saya sudah meminta Dirjen Perbendaharaan dan jajarannya agar koperasi yang belum mampu, bisa dibina dan menjadi penyalur. Nanti akan memiliki manfaat yang banyak kepada masyarakat dan bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat,'' pesan Menkeu.

Kedepannya, pembiayaan UMi akan terus di evaluasi efektivitasnya dan ditingkatkan alokasinya. "Evaluasinya akan kami lihat di pertengahan 2018. Kalau baik, di 2019 akan kita anggarkan yang lebih besar lagi agar manfaatnya lebih terasa. Saya berterima kasih BI dan OJK yang telah mendorong kegiatan ini. Saya harap dari walikota agar dapat mendorong para pedagang tidak digusur dan dibuatkan tempat masyarakat dibuatkan tempat untuk berusaha. Saya berdoa semoga usaha ultra mikro dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat terbantu dengan program ini. Semoga Allah selalu meridhoi kita," pungkasnya. (bs/rsa)