Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tol Laut dan Penambahan Kapal Turunkan Harga Komoditas Hingga 30 Persen

Jakarta, 09/02/2017 Kemenkeu - Pemerintah terus berupaya mewujudkan pembangunan tol laut guna memudahkan konektivitas antarpulau. Setelah menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2017, Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya menuju Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Kamis (09/02).

Dikutip dari keterangan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kepala Negara berharap dengan adanya penambahan dua kapal ferry Ro-Ro Lelemuku yang melayani rute Saumlaki-Adaut-Letwurung dan Ro-Ro Tanjung Sole yang  melayani rute Namlea-Manipa-Waesala membuat harga komoditas yang ada di kawasan Provinsi Maluku bisa mengalami penurunan yang siginifikan.

"Ini sudah dicek harga turun antara 20 persen sampai 30 persen karena adanya rute-rute baru, adanya kapal-kapal baru," ungkap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mendapatkan keluhan dari para nelayan yang tidak bisa melaut pada saat musim ombak. Hal ini dikarenakan kapal yang digunakan para nelayan merupakan kapal kecil yang tidak bisa berlayar pada saat musim ombak.

"Tahun ini di sini juga akan ditambah lagi kapal besar 1500 GT karena tadi saya mendengar banyak keluhan kalau pas musim ombak yang 500 GT ini kadang-kadang berani, kadang-kadang tidak berani jadi memang perlu yang lebih besar," ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa saat ini pemerintah berencana menambah 7 rute dan 100 kapal rakyat untuk masyarakat seluruh Indonesia. "Untuk seluruh Indonesia tahun ini akan tambah lagi tujuh rute plus 100 kapal," jelas Presiden. (nr/rsa)