Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Joko Widodo saat meresmikan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi II-VI ruas Parbarakan-Sei Rampah pada Jumat (13/10).

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi akan Tingkatkan Konektivitas Indonesia

Medan, 17/10/2017 Kemenkeu – Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan dua ruas tol yakni Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 sepanjang 41,7 km dan Medan-Binjai seksi 2-3 sepanjang 10,5 km. Peresmian dilakukan di Gerbang Tol Kualanamu pada Jumat (13/10).

"Saya sudah mendapatkan laporan bahwa untuk Kualanamu-Tebing Tinggi, pembebasan lahan sudah selesai, tinggal masalah konstruksinya. Saya tanya Menteri PUPR, selesainya kapan? Dijawab pertengahan tahun 2018," kata Presiden seperti dikutip dari situs Kementerian PUPR pada Selasa, (17/10).

Kehadiran ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi akan meningkatkan konektivitas guna memperlancar distribusi dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa. Tol ini juga semakin memperkuat struktur kawasan perkotaan metropolitan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo sebagai metropolitan terbesar ketiga di Indonesia.

Ruas tol ini sekaligus menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional di Sumatera Utara, seperti kawasan industri Medan, Bandara Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, serta akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Waktu tempuh dari Bandara Kualanamu ke Danau Toba akan lebih singkat dari saat ini  4-5 jam menjadi 1,5 hingga 2 jam saja. Hal ini sejalan dengan Nawa Cita untuk meningkatkan  konektivitas sebagai komponen penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Berdasarkan laporan Global Competitiveness Index, daya saing Indonesia meningkat dari tahun lalu yang berada di peringkat ke-41 menjadi peringkat ke-36 pada tahun 2017 ini. (nr/rw)