Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tren Surplus Neraca Perdagangan Mulai Terlihat

Jakarta, 28/03/2014 MoF (Fiscal) News – Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan tren surplus neraca perdagangan akan mulai terjadi pada Bulan Februari hingga akhir tahun 2014. Hal tersebut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait pengendalian nilai tukar serta mulai adanya kembali ekspor mineral olahan.


“Kalau Januari (2014) defisit karena larangan ekspor (mineral mentah), tapi setelah itu ada potensi surplus,” demikian dikatakan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Kamis (27/3). Menurutnya, dampak larangan ekspor mineral mentah sudah mulai berkurang pada Bulan Februari lalu, sehingga potensi surplus neraca perdagangan semakin besar. “Mudah-mudahan dampak larangan (ekspor) minerba sudah mereda, maksudnya mereda yang dulu tidak boleh diekspor dan diproses, (sekarang) hasil proses sudah diekspor menjadi barang jadi atau setengah jadi,” terangnya.


Di sisi lain, lanjutnya, kebijakan BI dalam mengendalikan nilai tukar rupiah ke arah melemah membuat kinerja ekspor meningkat dan impor menurun. Selain itu, tingkat bunga yang tinggi juga turut memberikan tekanan pada kinerja impor. “Ini semua akan menurunkan defisit neraca perdagangan,” tuturnya.(ans)