Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tujuan Utama APBN-P 2013 Untuk Sejahterakan Rakyat

Jakarta, 22/05/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan (APBN-P) 2013 merupakan alat untuk menuju kesejahteraan rakyat. “Tujuan utama bukan stabilitas, karena hanya alat yang ujungnya kesejahteraan rakyat, maka perlu langkah sendiri untuk ini,” demikian disampaikan Menkeu pada pemaparan APBN-P 2013 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (22/5).

Menkeu memaparkan, dalam APBN-P 2013 terdapat perubahan dalam asumsi ekonomi makro. Asumsi yang berubah antara lain adalah target pertumbuhan dari 6,5 persen menjadi 6,2 persen; inflasi dari 4,9 persen menjadi 7,2 persen; Indonesia Crude Price (ICP) dari 100 dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 108 dolar AS; lifting minyak dari 9.000 barel per hari menjadi 8.400 barel per hari; dan lifting gas dari 1.360 barel setara minyak per hari menjadi 1.240 barel setara minyak per hari.

Selain berubahnya indikator ekonomi makro, faktor pendorong adanya APBN-P 2013 antara lain disebabkan adanya penurunan outlook dari positif menjadi stabil oleh Standar&Poor’s (S&P). Bahkan, Moody's memperingati akan menurunkan outlook-nya jika masalah subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak kunjung jelas. "Beberapa minggu lalu S&P merivisi outlook dari positif ke stabil, karena kondisi ekonomi Indonesia ada permasalahan. Maka arus modal akan mengalami gangguan, implikasinya pada nilai tukar rupiah," kata Menkeu. Seperti diketahui, lembaga pemeringkat internasional S&P melakukan afirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BB+ long-term dan B short-term serta merevisi outlook Indonesia menjadi stabil dari positif.(nic)